5 Cara Sederhana supaya TV LED Awet dan Tahan Lama, Susah Gak?

Selebihnya, sih, memang untung-untungan

TV LED menjadi salah satu perangkat elektronik yang sudah jamak digunakan oleh banyak orang. Sebetulnya, LED merupakan jenis TV yang mirip dengan LCD, hanya saja ia dilengkapi dengan lampu latar LED (light emitting diode) yang ringkas dan efisien. TV LED menjadi jenis TV paling umum yang dijual di pasaran saat ini.

Selain LED, di pasaran juga banyak dijual TV QLED dan OLED dengan teknologi yang sama-sama canggih. Namun, ada desas-desus yang bilang kalau TV LED tidak seawet TV lawas, seperti model CRT (tabung) atau plasma. Sebetulnya, tidak ada hal mutlak di dunia elektronik. Namanya barang elektronik pasti bisa mengalami kerusakan kapan saja.

Kalian sudah tau belum , kalo ada situs betting online terbaik di Indonesia, dengan menyediakan game-game betting online terlengkap dan terbaik serta terpercaya,
Mantap168 juga sarana kalian cari rejeki sambil main game seru, ayo cuma di Mantap168 kamu bisa bermain game-game judi online dengan aman dan tanpa takut tidak dibayar, karena di mantap168 , menang berapapun pasti akan langsung di bayar ke rekeningmu dalam hitungan menit, ayo coba rasakan rejeki pak radeng di mantap168

Akan tetapi, kamu masih bisa meminimalkan risiko kerusakan TV LED dengan cara-cara sederhana, lho. Yuk, lakukan beberapa cara di bawah ini supaya TV LED milikmu bisa awet dan mampu dipakai dalam kurun waktu lama.

1. Jangan satukan steker TV dengan kulkas atau setrika

Pada prinsipnya, kulkas, AC, setrika, dan oven listrik, memiliki mekanisme kelistrikan yang sangat berbeda dengan barang elektronik lainnya. Barang elektronik AC, misalnya, memiliki mekanisme on-off yang berbeda karena ia bekerja sesuai dengan suhu di dalam ruangan. Ketika suhu tercapai, biasanya kulkas atau AC otomatis mati dan akan hidup lagi ketika suhu mulai berubah di angka tertentu.

Masalahnya, lonjakan listrik yang diakibatkan oleh AC, kulkas, setrika, dan oven bisa sangat tinggi. Nah, lonjakan listrik inilah yang bisa merusak TV LED, baik sebagian maupun seluruhnya.

Menurut laman The Home Theater DIY, lonjakan listrik bisa mengakibatkan TV lebih mudah rusak, mulai dari soket HDMI hingga layarnya. Untuk mencegahnya, jangan satukan steker TV dengan soket yang menampung kulkas, AC, oven, setrika, atau pengering rambut.

2. Gunakan stabilizer berkualitas

Sebetulnya, ada dua pendapat berbeda di sini. Pendapat pertama menyatakan bahwa TV tidak perlu menggunakan stabilizer atau stavolt karena malah bisa memperpendek usia TV tersebut. Namun, ada pendapat lain yang menyatakan sebaliknya, di mana penggunaan stabilizer sangat diperlukan untuk mengatasi tegangan listrik tidak stabil.

Kedua pendapat tersebut tidak ada yang salah. Untuk jalan tengahnya, gunakan stabilizer berkualitas. Penulis sendiri menggunakan stabilizer untuk semua TV LED, konsol gaming, dan sistem audio di rumah. Hasilnya, semua perangkat tadi bisa awet. Oh, ya, sesuaikan kemampuan (daya) stabilizer yang kamu miliki dengan perangkat elektronik yang ada, ya.

3. Gunakan secara teratur dan matikan TV ketika tidur malam

Mungkin hal ini agak berbeda dengan TV CRT generasi lawas, di mana TV zaman dulu memang terkesan bandel karena bisa dinyalakan terus menerus berhari-hari. Well, sebaiknya jangan lakukan ini di TV LCD dan LED. Hal ini berkaitan dengan usia atau masa pakai dari komponen di dalamnya, misalnya panel, IC, dan sebagainya.

Menurut studi yang dilampirkan dalam laman berita USA Today, usia dari LED pada kecerahan maksimal mampu bertahan hingga 40 ribu jam. Artinya, masa pakai LED hanya di kisaran 4–6 tahun saja. Nah, kalau tidak ada komponen yang rusak, TV LED masih sanggup digunakan hingga 10 tahun.

Masa pakai inilah yang menyebabkan TV LED rawan dengan kerusakan. Jika kamu terus menerus menyalakan TV LED 24 jam sehari selama berbulan-bulan, usianya akan makin pendek dan mungkin membuat komponen di dalamnya bakal mati mendadak. Gunakan TV LED secara teratur (setiap hari), tapi matikan ketika tidur malam.

4. Jangan langsung mencabut steker ketika TV sedang digunakan

TV LED biasanya sudah menyatu dengan sistem operasi untuk menjalankan banyak aplikasi di dalamnya. Nah, TV yang menggunakan sistem operasi, seperti Android, Tizen, webOS, dan Smart Hub, disebut sebagai smart TV yang sayangnya juga rawan terhadap kondisi eror. Kondisi ini dapat terjadi ketika kita sering mematikan TV secara mendadak langsung mencabut stekernya.

Matikan TV LED menggunakan remote terlebih dahulu dan ketika tidak digunakan dalam waktu yang lama, kamu juga bisa mencabut steker dari soket listrik. Sekadar informasi, smart TV memang membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyala sempurna sebagai langkah booting. Hal ini cukup berbeda dengan TV LCD atau CRT yang tidak memiliki sistem operasi di dalamnya.

5. Meletakkan TV LED di tempat seharusnya

Jangan sering meletakkan HP atau benda elektronik lain di dekat TV LED. Pasalnya, gelombang elektromagnetik bisa saja mengganggu kinerja komponen di dalamnya. TV LED juga seharusnya diletakkan di ruangan yang cukup udara dan tidak lembap. Mungkin hal ini terkesan sepele dan dampak yang ditimbulkan juga tidak bagitu fatal.

Namun, dengan melakukan hal sederhana ini, TV LED bisa dipakai dalam kurun waktu lama. Sebagai tambahan, kamu bisa lakukan setelan gambar atau display di TV LED milikmu. Atur angka contrast, brightness, dan sharpness pada maksimal 50 atau 60 persen saja. Jika bisa di bawahnya, itu lebih bagus. Mengatur angka setelan pada 100 persen akan membuat panel menjadi panas dan rentan dengan kerusakan.

Ketika semua cara sudah dilakukan dengan benar dan TV LED masih cepat rusak, mungkin ada hal lain yang menyebabkan beberapa komponen tidak bekerja optimal. Dengan kata lain, tak ada yang mutlak dalam dunia elektronik dan bahkan konsep untung-untungan juga bisa berlaku di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Medusa 1: The Curse of Athena : Game Slot Online yang Menegangkan Dari PG Soft!
Next post Dragon Dance: Game Slot Online Microgaming dengan Nuansa Asia